Minggu, 18 Mei 2014

Somplakers

Diposting oleh Reni Febrianti di 10.06 0 komentar
Somplakers
Somplakers itu apasih?
Somplakers itu kumpulan dari 4 anak manusia(?)  
Nah, somplakers itu berdiri pada tanggal..................gua lupa hehehe-_-
Anggotanya kan ada 4 tuh, yang pertama kak Bagas

1. Bagas Maulana Achmad
       Kak Bagas itu disini cowo sendiri, cowo yang ke cewe-cewean. eh iya gak sih?
dia paling sering dibully sama gua dan kak Ira wkwk. Tapi aslinya dia baik aja kok, pinter lagi, rajin, Ketua OSIS di SMP pula. eh iya gak sih?
Gua gatau kak Bagas makan apaan yang jelas idung sama badannya panjang banget:((
Kak bagas itu k-popers, Beliebers, Directioners, mixers, coldplayer, Lovatic, masih banyak deh gatau kayaknya kak Bagas masih labile fandom kayak gua:( /iya
Kak Bagas orangnya itu iseng, iya gak sih? auamat dah ah. Pernah gua dikerjain, ceritanya kita maen truth or dare, gua iseng-iseng pilih dare, terus dia nyuruh gua joget one way or another didepan kelas yakali dah:(( #curcol
Teruus kak Bagas juga pernah jatuh cinta gitu sama temen SMP nya haha ga nyangka, bisa suka sama cewe juga ckck tapi sampe sekarang gua belom tau orangnya itu siapa. nyebelin.
gua juga lupa gimana sejarahnya gua bisa kenal sama manusia satu ini, jadi kayaknya gaperlu diceritain ya. K,bye.
ini penampakannya:((



2. Siti Zahira (Widjanarko)
       Nama panggilannya kak Ira. yang diatas itu bukan nama aslinya, bukaan. itu nama facebook nya, kalau mau temenan lansung add aja *salah*. Dulu gua sempet ngira Widjanarko itu sebagian dari nama dia, dan ternyata baru-baru ini gua tau Widjanarko itu nama salah satu personil vierra.sompret. Kak Ira ini satu angkatan sama kak Bagas, dia juga anggota OSIS inti, eh iya gak sih?
Kak Ira itu orangnya galak banget, judes, selama temenan sama dia gua diomelin terus. Ngomel itu udah kegiatan rutin kak ira sehari-hari kayaknya. Untung Reni selalu sabar #curcol
Kita udah deket dari pas gua kelas 1 SMP dan kak Ira kelas 2 SMP, eh iya gak sih kak?ah yaudahlahya yang lalu biarlah berlalu~~~
Kak Ira itu seorang Vierrania yang berevolusi menjadi k-popers(?) cantik banget, suka pamer lesung pipi *eh._.v tapi gatau kenapa setiap gua muji kalau dia cantik dia selalu gamau ngaku. iya, alay emang.
ini dia penampakannyaa jeng jeng *backsound petir*



3. Kartika Amalia Safitri
       Ini anggota paling muda, dia setahun lebih muda dari gua. Nah kalau dia gua inget gimana pertama kali kita kenalan. Jadi waktu itu kita kenal lewat twitter karna kita sama-sama scolioser, nah terus gatau kenapa bisa nyambung-nyambung kenal sama kak Ira sama kak Bagas. Aslinya sih belum pernah ketemu sama dia:( tapi pengen banget ketemuu!!;_; anaknya agak baik, sering gaje, nah kebetulan dia k-popers juga, fandomnya ELF, eh bener gak sih?

ini dia penampakannyaa jejeengg

Alhamdulillah ya, member somplakers alim-alim semuaaa/?:'D

4. Reni Febrianti
        Kayaknya galucu kan ya kalau ngedescribe diri sendiri?-_- wakakak oke skip ajalah

Nah ini foto kak Ira sama kak Bagas, yang gatau pasti bakalan ngira kalau mereka pacaran, padahal nggak. eh iya gak sih?

Nah kalau ini foto pas perpisahan angkatan kak Ira & kak Bagas tanggal 16 mei 2013 di UMJ, berhubung gua ikut ngisi acara jadinya bisa ketemu mereka deeh/? btw itu bunga yang gua pegang dari kak Bagas loh haha #penting #banget sayangnya kak Ira ga ngasih bunganya buat gua, padahal gua udah mupeng:(( /gak #ignore #my #face
Pokoknya walaupun kita jarang ketemu bahkan belum pernah ketemu, intinya I love you♥♥♥♥

Tentang Aku dan Skoliosis #2

Diposting oleh Reni Febrianti di 08.19 0 komentar

Hai aku kembali lagi dengan cerita ku yang baru:)

Aku seringkali berpikir, apakah aku akan selamanya bersama skoliosis? apakah aku harus terus berjuang atau pasrah, menerima takdir? apakah aku mampu?
pertanyaan-pertanyaan itu seringkali terlintas dalam benakku.
Terkadang aku putus asa, aku merasa aku sudah cukup berjuang melewati serangkai terapi.
Aku iri dengan anak-anak seusiaku, yang tak pernah mengeluh, yang tak pernah menanggung derita, yang bebas melakukan aktivitas apapun.

Sekitar 1 bulan yang lalu, orangtua ku membawa aku dan  adikku ke dokter anak yang berada di RS Griya Fatmawati, disana aku diperiksa, setelah dokter mengetahui aku mengalami scoliosis, dokterpun menyarankan untuk pergi ke dokter orthopaedic. Tapi sebelumnya aku disuruh tes darah dulu untuk membuktikan bahwa ada penyakit lain selain scoliosis atau tidak yang menyebabkan aku sering kesakitan.
Dua hari kemudian, hasil tes darah pun dibacakan oleh dokter, dan ternyata kadar kolesterolku sangat tinggi, dan itu yang menyebabkan aku sering kesakitan. Makanya buat temen-temen skolioser makannya dijaga yaa jangan sampai kadar kolesterolnya tinggi, karna itu juga sangat mengganggu. Selain itu katanya aku juga kelebihan berat badan haha lalu dokterpun menyarankan aku untuk pergi ke dokter gizi untuk mengatur pola makanku.

Dua hari kemudian di RS Premier Bintaro
Sebelumnya di RSUP Fatmawati aku sudah bertemu dengan dokter orthopedi dr. Fachrizal, beliau menyarankan aku untuk pindah ke RS Premier Bintaro dan kebetulan rumah sakit itu jaraknya lebih dekat dengan rumahku dibanding ke RSUP Fatmawati. Tapi berhubung ada halangan, jadi dengan terpaksa aku bertemu dengan dokter orthopaedic yang lain.
Disini aku bertemu dengan dokter Lutfi Gatam, pasti yang skolioser udah pada tau kan beliau siapa?^^ nah, setelah sehari sebelumnya aku sudah melakukan rontgen, hari ini tanggal 5 mei 2014 (pas banget lagi UN hari pertama ╥_╥) aku bertemu dengan dokter orthopaedic, hasilnya sungguh mengecewakan. Derajatku sudah termasuk kedalam derajat berat dan dianjurkan untuk operasi.
Sekarang akupun menyesal, kenapa waktu itu aku tidak mau menggunakan brace? sekarang sudah terlambat, kata dokter Lutfi mau pakai brace pun hanya buang-buang uang saja, karna harga brace pun tidak murah.
Terapi? sebenarnya masih ada waktu 2 tahun lagi untuk terapi, tapi derajatku ini sudah terlalu besar, jadi terapi pun sia-sia saja.

Tiga hari kemudian di RS Premier Bintaro
Hari ini aku kembali kesini, aku bertemu dengan dokter orthopaedic lagi, tapi kali ini aku bertemu dengan dokter Fachrizal (lagi). Dan hasilnya pun sama, aku sudah harus dioperasi, memang bukan sesuatu yang darurat, tapi jika dibiarkan semakin lama, maka derajatpun akan makin bertambah.

Sebelumnya aku sangat yakin, bahwa terapi bisa menyembuhkanku. Aku sempat gagal, tapi aku tidak putus asa, aku mencobanya lagi, kemudian aku gagal lagi, dan sampai sekarang aku masih tetap semangat karna aku percaya jika kita berjuang tidak ada yang tidak mungkin, karna aku tau, aku juga tidak sendiri, masih banyak orang sepertiku, yang bahkan jauh lebih kuat dibanding aku. Fighting scoliosis fighter!

foto terakhir 'sahabatku'





Senin, 05 Mei 2014

Hati ini (masih) merindukan pemiliknya

Diposting oleh Reni Febrianti di 04.27 0 komentar
Aku berbohong ketika aku mengatakan bahwa aku tak lagi mencintaimu
Aku berbohong ketika aku mengatakan bahwa aku tak lagi merindukanmu
Aku berbohong ketika aku mengatakan bahwa aku bisa baik-baik saja tanpa dirimu
Aku memang baik-baik saja tanpa dirimu.
Tapi hati ini memaksaku untuk merindukanmu
Hati ini masih membutuhkanmu
Hati ini masih mencintaimu

Bohong jika aku tak lagi mengharapkanmu
Bohong jika aku berkata bahwa aku telah temukan kebahagiaan baru
Bohong jika aku rela melepasmu
Aku sudah tak mampu lagi, berpura-pura tegar. 
Terus menerus bersembunyi dibalik topeng ini.
Hati ini merindukan pemiliknya
Hati ini masih membutuhkannya

Apakah kamu pikir semudah itu aku melepasmu?
Lalu, bagaimana dengan semua kenangan kita? terbengkalai begitu saja?
Ingatkah kamu saat pertama kita jatuh cinta?
Ingatkah kamu rasanya jatuh cinta?
Menyenangkan bukan?
Lalu, mengapa kita harus saling membohongi perasaan masing-masing?
bukankah itu menyakitkan?

Senin, 28 April 2014

Telah Aku Kembalikan Kebahagiaanmu

Diposting oleh Reni Febrianti di 10.24 0 komentar
Untuk mu yang tercinta

Hai yang manis disana, bagaimana kabarmu? 
Aku sangat merindukan mu, setelah sekian lama kita tidak berbagi cerita
Aku masih disini..
Masih tetap mencintaimu
Masih dengan cinta yang sama saat sebelum kamu perlahan-lahan pergi menjauh dariku
Masih dengan harapan yang sama, berharap kamu segera kembali
Masih dengan jiwa yang sama, yang kosong tanpa kehadiranmu.
Jika saja bisa..
Aku masih ingin berada disisi mu, mengisi hari-harimu
Jika saja bisa..
Aku masih ingin menjadi satu-satunya pusat perhatianmu
Jika saja bisa..
Aku masih ingin terus bersamamu

Tapi kini kamu telah temukan kebahagiaan barumu
Bersamanya kamu selalu bahagia, bersamanya hidupmu jauh lebih berwarna.
Aku mengerti jika aku membosankan, tapi aku disini, dengan caraku selalu mencoba menghiburmu.

Hingga pada akhirnya aku sadar, jika perasaan setiap manusia tidak bisa dipaksakan
Aku mengerti, sekeras apapun aku berusaha, jika hatimu bukanlah untukku maka semua perjuangan itu tiada arti.
Jika kamu bersamaku tapi tak bahagia, apa artinya aku? 
Tujuan ku hanya satu, hanya ingin melihatmu bahagia lagi. 
Dan jika bersamanya membuatmu bahagia, lakukanlah. Aku yang akan mengalah
Karna sebelumnya aku pernah melihatmu tertawa, bahagia, dan kita jatuh cinta bersama.
Jika hanya dia yang kini dapat mengembalikan kebahagiaan mu, kejarlah dia, karena kini dia adalah kebahagiaan mu. Dia yang akan mengembalikan tawa mu.
Karna ini adalah pengorbanan terakhirku ; membiarkanmu bahagia tanpa diriku
Kamu takkan terlupakan, karna kamu telah menempati satu tempat istimewa dihatiku.
Aku disini akan selalu menjadi mataharimu yang setia menyemangatimu dalam do'a.

with love,
Reni

Sabtu, 22 Maret 2014

Diposting oleh Reni Febrianti di 22.37 0 komentar
Gilang Dirgahari - Bahagialah Cinta

Cinta kini kau dimana
apakah kau baik saja
tahukah kau kini ku merindu
rindu sentuhan kalbumu

Sayang kau ajarkan cinta
waktu ku takut mencoba
kau bawa lagi senyum dan tawa
kau sempurnakan segalanya

Masih terbayang
riuh rendah canda tawamu kekasih
ingin memelukmu 
namun aku tau engkau kini jauh
dengar
dengarlah..

Kucinta dirimu namun perih
kusayang dirimu tapi sakit
kurindukan engkau namun pahit
yang ku inginkan hanya
cinta terulang kembali

Salahkah biarkan engkau pergi
kecewakan kau berulang kali
kini kau tlah menjadi miliknya
satu do'a ku kasih
bahagialah bersamanya..
Diposting oleh Reni Febrianti di 06.03 0 komentar
Everything has gotten back to life as usual
but I still feel pain in my heart
I've talked a lot since I met you
You reminded me that the world is still hopeful
Because you have shown me the light when I got lost
And because you're the warm of winter to me

I always wish the best for you in my pray
Wondering will it reach you...
Everything clear in my vision but blur for my mind
Being transient the disappearing

I wanna be a better person for you
Even if you smile at me just once
Is enough for me
Enough for make me happy

Boy you know when you lose your smile
I will place the blame on my self
Those words, and even the light
I will lose sight of everything

If only I could love you for the rest of my life
The other things, like my dream and my hope
I'll know all of them away
Just to be loved by you

It's love that make me happy
It's love that make me strong
I won't wish selfish anymore
Because I love him..
I'll be okay even if it'll hurt me

(The Sadness Winter in Korea)

Jumat, 07 Maret 2014

Kahlil Gibran

Diposting oleh Reni Febrianti di 07.24 0 komentar
Cinta Yang Agung - Kahlil Gibran

Adalah ketika kamu menitikkan air mata dan masih
peduli terhadapnya..

Adalah ketika dia tak mempedulikanmu dan kamu
masih menunggunya dengan setia
Adalah ketika dia mulai mencintai oranglain dan kamu masih
menunggunya dengan setia..
Adalah ketika dia mulai mencintai oranglain dan kamu
masih bisa tersenyum sembari berkata "Aku turut
berbahagia untukmu"
Apabila cinta tidak berhasil..
Bebaskan dirimu..
Biarkan hatimu melebarkan sayapnya dan
terbang ke alam bebas lagi..
Ingatlah..
bahwa kamu mungkin menemukan cinta
dan kehilangannya..
tapi..
ketika cinta itu mati..
kamu tidak perlu mati bersamanya..
Orang terkuat bukan mereka yang selalu menang..
Melainkan mereka yang tetap tegar ketika mereka jatuh

Khalil Gibran

Diposting oleh Reni Febrianti di 06.46 0 komentar
Lagu Gelombang - Khalil Gibran


Aku telah bernyanyi untukmu
Tapi kau tidak juga menari
Aku telah menangis didepanmu
Tapi kau tidak juga mengerti
Haruskah aku menangis sambil bernyanyi

Haruskah seluruh nilai terabaikan
Agar kau bisa menari dan mengerti
Atau haruskah cerita itu terulang
Agar aku bisa menangis dan bernyanyi

Haruskah tarianku lebih vulgar
Agar kau bisa memahami
Atau haruskah aku berteriak
Agar menjadi manusia tak tau diri

Haruskah aku berdiam diri
Agar tarianku tersembunyikan
Atau haruskah aku berontak
Agar kau bisa melihat tarianku

Haruskah aku memaksa
Agar kau merasa terdesak
Ataukah harus aku mematung
Agar kau tak merasa tersudut

Haruskah aku menghilang
Agar kau tak merasakan beban
Ataukah harus aku pergi
Agar kau tak perlu mengilangkan diri

Haruskah aku..

Harusnya aku menyadari
Kau tak butuh nyanyian dan tangisan
Harusnya aku pahami
Kau tak ingin diberi nyanyian dan tangisan

Harusnya aku mengerti
Kau tak ingin menari atau mengerti

Harusnya aku..
Harus aku kembalikan kesadaran
Bahwa aku tak bisa untuk tidak
Meluapkan nyanyian dan tangisan

Harus..
Harusnya arus ini mengalir
Namun ia tak peduli
Pusarannya terlalu kuat
Melingkar-lingkar didalam buntu
Menjambak harga dari sebuah nilai

Sabtu, 22 Februari 2014

Tentang aku dan skoliosis

Diposting oleh Reni Febrianti di 01.08 3 komentar
Hai, aku boleh cerita?
Nama aku Reni, umurku 14 tahun. Jadi gini, aku punya sahabat namanya itu scoliosis. Sudah hampir 5tahun aku bersamanya. Dia itu setia banget, gapernah mau jauh dari aku. Dengan setia dia selalu menemaniku, saat senang dan sedih dia selalu ada bersamaku. Tapi scoliosis itu suka ngambek, aku gasuka kalau dia lagi ngambek. Kalau dia ngambek itu nyakitin aku, dia bikin punggung sampai pinggul ku sakit, rasanya tuh sampe gabisa diungkapin. Kadang yang bikin aku sampe nangis, pinggul aku itu terasa miring banget. Semakin kesini, dia semakin egois, dia sering matahin semangat aku, seringkali bikin aku sedih ketika aku bercermin, bikin aku minder, dan dia makin gak bersahabat.
Pertama kali aku menyadari kehadirannya adalah ketika aku duduk di bangku kelas 5 SD. Saat aku sedang duduk mamah ku bilang “Ni, kok punggung kamu makin bungkuk ya?” Aku yang sedang asik bermain tak menghiraukan apa yang dikatakan mamaku, lagi pula saat itu aku belum sepenuhnya menyadari kehadirannya, yang aku tau hanyalah punggung ku agak sedikit bengkok. 
Dari kecil aku sudah rajin berenang, makanya pada saat itu scoliosis belum terlalu mempengaruhi hidupku. Tapi semua itu mulai berubah saat aku memasuki jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Saat aku SMP, aku mulai disibukkan oleh banyak kegiatan disekolah, tentu semua kegiatan itu seringkali membuat ku kelelahan, waktu ku untuk renang pun ikut tersita karna banyak nya kegiatan ku disekolah membuat ku memilih untuk beristirahat saat liburan dibanding harus capek-capek berenang. Semakin lama, rasa sakit itu mulai menjadi-jadi. Rasa ngilu di tulang belakang, sesak nafas, beradu menjadi satu setiap kali aku selesai melakukan berbagai aktifitas yang melelahkan.

Saat aku bercermin..
Ada apa dengan ku? Dengan tulang belakangku? Kenapa semakin terlihat tidak simetris?
Aku sebelumnya tak pernah menyangka, bahwa punggungku akan sebengkok ini. Kemudian aku baru ingat, waktu aku SD aku pernah belajar tentang macam-macam kelainan tulang belakang, aku mencari ciri-ciri kelainan tulang belakang seperti yang aku alami, dan.. ya, scoliosis aku menyandang scoliosis. Sejak saat itu, aku menjadi lebih sering mencaritahu tentang scoliosis.
Hingga pada suatu hari kedua orangtua ku membawaku terapi ketempat spesialis tulang. Itu adalah terapi pertamaku, sakit nya bukan main, bahkan aku sampai harus menggunakan benda yang bernama gips. Aku fikir, tak apalah selama aku masih bisa menahan rasa sakit itu. Aku terus bersabar, setiap 3 hari aku menjalani terapi itu dengan rutin, padahal dalam waktu 3 hari itu sakit sesudah terapi pun masih berbekas. Ada rasa ingin menyerah, aku takut jika semua ini sia-sia. Tapi aku juga ingin bisa kembali normal, lalu aku buang rasa takut itu jauh-jauh.
Tapi hanya 1 bulan aku sanggup menjalani terapi itu. Nihil, hanya sakit yang kurasa, tak ada perubahan apapun secara fisik. Hingga selang beberapa bulan kemudian, orangtua ku membawa ku ke dokter spesialis tulang (orthopedi). Disana aku diperiksa, aku disuruh membungkuk 90 derajat, setelah itu aku disuruh keruang radiologi untuk di rontgen terlebih dahulu. Setelah diradiologi, dokterpun menjelaskan tentang hasilnya.
Ya, benar aku menyandang scoliosis, derajat kemiringan ku adalah 35 derajat, iya memang tidak terlalu besar, tapi berhubung aku memiliki badan yang gendut jadi 35 derajat saja sudah sangat menggangguku. Lalu, aku bercerita banyak pada dokter, tentang rasa sakitku, aku juga banyak bertanya mengenai scoliosis. Dan dengan sabar dokter menjawab pertanyaanku satu per satu.
Tapi ada satu jawaban yang membuat ku sangat terpukul, ketika aku bertanya tentang penyembuhan dengan cara terapi dokter malah menjawab “Terapi itu sia-sia hanya buang-buang uang saja, cuman nyiksa kamu, di terapi itu sakit banget kan?”. Rasanya hatiku bagai dicabik-cabik, jadi selama ini aku menahan rasa sakit itu.. semuanya sia-sia?
Aku kembali menjalani kehidupan normal ku seperti biasa, dengan sahabatku tentu nya si scoliosis. Tak jarang orang memandangku dengan tatapan aneh, tak jarang teman-teman ku meledek ku karna aku memiliki tulang belakang yang tak normal seperti mereka.
Kadang aku marah, aku sedih, kenapa? Kenapa harus aku yang menerima semua ini, Yang merasakan semua rasa sakit ini? 

Sekarang aku kembali menjalani terapi alternatif, kali ini sakitnya tak sesakit yang sebelumnya, sudah 3 bulan aku menjalani terapi ini, aku percaya bahwa tidak ada yang tidak mungkin. Jadi, apa salahnya jika aku mencobanya kembali?
Ketika ‘sahabat’ ku ini marah, karna aku telalu lelah melakukan berbagai aktifitas yang melelahkan.. aku hanya bisa diam, bersabar, menahan amarah. Karna scoliosis aku jadi tidak leluasa melakukan berbagai aktifitas, karna dia aku jadi tidak bisa memakai macam-macam pakaian yang sedang trend, karna dia aku seringkali kehilangan kepercayaan diriku. Terkadang aku ingin menceritakan keluh kesah ku tentang scoliosis ini kepada teman-temanku, orangtua ku, tapi mereka selalu menjawab dengan jawaban “Sabar” iya, aku tau aku harus sabar, aku tau aku harus kuat, tapi sekuat-kuatnya anak umur 14 tahun itu sekuat apasih? Siapa sangka jika dibalik gelak tawaku tersimpan ribuan kisah pilu. Cobalah tengok kedalam, hatiku begitu rapuh tiap kali aku mengingat tentang scoliosis, tapi rasanya tak pantas jika aku harus menyalahkan takdir.
Tapi lama-lama aku sadar..
Dia lah yang membuatku menjadi kuat
Dia bisa menunjukan siapa yang benar-benar mau menjadi temanku
Dia yang melatihku untuk menjadi lebih sabar, ketika orang-orang memandangku sebelah mata
Dia mendukungku untuk menutup aurat
Dia yang buat aku sadar, sesempurna nya orang, pasti memiliki kekurangan
Kalau kenyataannya aku memang scoliosis, aku tak perlu lagi berkecil hati, karna aku tidak sendiri. Masih banyak teman-teman ku diluar sana yang scoliosis bahkan jauh lebih parah dari aku:).
Ini adalah foto sahabatku, diambil pada tanggal 19 Agustus 2013.


Minggu, 16 Februari 2014

Kepergian mu

Diposting oleh Reni Febrianti di 01.53 0 komentar
Aku sadar..
Aku ga akan selamanya bersamamu seperti sekarang ini.
Saat waktu itu tiba, aku harus bisa merelakanmu pergi dariku.
Meski dengan harapan jika suatu hari nanti kita akan dipersatukan kembali.
Jika waktu itu telah tiba..
Akankah kau sepenuhnya melupakanku?Disaat aku benar-benar merindukanmu
Akankah kau..Ah, sudahlah tak ada guna aku berharap banyak padamu.
Tapi jika nyatanya kau memang merasakan hal yang sama denganku..
Ah itu tidak mungkin!Pertanyaan macam itu sering kali menggangu fikiranku
Jika suatu saat aku merindukanmu, sangat-sangat merindukanmu. Apa yang harus aku lakukan?
Ada rasa ingin menghubungi mu kembali, hanya untuk menanyakan kabarmu atau bertanya "sedang apa dirimu?" meski kesannya begitu klise.
Karna aku pun tidak tau mau memulai darimana.
Tapi belum selesai aku memikirkan cara bagaimana untuk melepas rinduku padamu pertanyaan itu kembali muncul "Apakah kau masih menganggap ku ada?"
Seharusnya aku senang karna mungkin kau telah mendapatkan kebahagiaan yang sesungguhnya. Ada yang mengatakan "Aku bahagia hanya bila kau bahagia" Ya, mungkin memang benar. Tapi ada sesuatu yang mengganjal dihatiku.
Jika nyatanya kau bahagia bersama oranglain, apakah aku masih harus tetap 'bahagia' atau bahkan berpura-pura untuk bahagia? Sepertinya tidak, karna itu jelas akan lebih menyakitkan.
Lantas aku harus apa?

Selasa, 11 Februari 2014

Datang untuk pergi

Diposting oleh Reni Febrianti di 03.22 2 komentar




            Hari ini adalah hari yang paling menegangkan baginya. Karena hari ini dia akan menjalani serangkaian tes untuk mendapatkan beasiswa ke perguruan tinggi, Universitas Islam Negeri (UIN).
“ibuu” panggilnya dengan semangat.“ada apa nak?” sahut ibunya.“aku berangkat dulu ya bu, do’ain aku ya bu semoga aku lulus tes” katanya sambil mencium tangan ibunya.“iya ibu do’ain, hati-hati ya nak.”            Putri Salsabila adalah seorang gadis yang berusia 18 tahun. Dia terlahir dan hidup di keluarga yang kurang mampu,  semenjak ayahnya tiada dia hanya tinggal bersama sang ibu di rumah kecilnya. Tetapi dia adalah sosok gadis yang memiliki semangat yang tinggi meskipun dia menyandang scoliosis ideopatik. Apa itu scoliosis? Scoliosis adalah kelainan tulang belakang yang berupa kelengkungan ke samping.  Sedangkan Scoliosis ideopatik adalah kelainan tulang belakang yang dideritanya sejak dia lahir. Keterbatasan biaya membuatnya tidak bisa memeriksakannya. Meskipun dia tahu kematian mulai menyapanya tapi ia berusaha untuk tetap tegar.
            Dia melangkahkan kakinya menuju tempat dimana dia akan menghadapi tes.Bismillah... semoga aku bisa ngerjain tesnya. Aamiin”katanya dalam hati.Tidak lama kemudian pun dia keluar dari dalam ruangan tes dengan raut wajah yang sangat gembira. “Alhamdulillah yaRabb aku bisa ngerjain tesnya “
Dia pun segera pulang dengan hati yang sangat gembira.Assalamuala’ikum, ibuuu aku lulus tes buu aku lulus tes” teriaknya saat mulai memasuki rumah.Waalaikumsalam, Alhamdulillah put ibu senang sekali kamu bisa lulus” kata ibunya dengan gembira sambil menghampiri anaknya. ------- Satu minggu kemudian ------            Hari ini adalah hari pertamanya masuk kampus. Dia berangkat menuju kampus dengan menggunakan kendaraan umum, dia sangat gembira pada hari itu, dia berangkat dengan senyum manis yang terpampang diwajahnya.  Setelah sampai di kampus ia segera menuju kelasnya disana dia bertemu dengan banyak sekali orang asing, dia merasaa sangat ketakutan sehingga dia berlari menuju toilet di samping kelasnyaSetelah selesai dia kembali menuju kelasnya. Dia memilih untuk duduk disamping seorang perempuan yang berada dibelakang.“hai, gue Bella” sapanya sambil menjulurkan tangan dan memberikan senyuman.“hai, aku Putri” balasnya sambil ikut menjulurkan tangannya dan tersenyum. Lalu mereka berdua pun melanjutkan pembicaraannya. Tak lama kemudian bel pulang pun berbunyi, dengan sigap mereka langsung merapihkan barang-barang mereka dan langsung bergegas pulang.            Keesokan harinya dia berangkat kekampus seperti biasanya, sesampainya dia dikampus tidak lama kemudian bel masuk pun berbunyi dengan nyaringnya. Tidak lama setelah bel masuk berbunyi, dosen bidang study pun datang dengan seseorang. “Selamat pagi siswa-siswi, apa kabar kalian semua?” sapa dosen.
“Baik ibu” jawab muridnya. “Hari ini ibu akan memperkenalkan seorang siswa baru kepada kalian. Nama dia David Morata dia adalah siswa pindahan dari Universitas Pamulang (UNPAM). David silahkan kamu duduk di sana” sambil menunjuk bangku kosong di belakang Putri. Lalu David pun berjalan menuju bangku yang berada tepat berada dibelakang Putri. Lalu David berkenalan dengan Putri dan Bella kemudian merekapun lama kelamaan menjadi sangat akrab.
Suara bel pulang pun berbunyi, dan mereka bertiga berencana untuk pergi jalan-jalan ke taman. Mereka pun saling menceritakan tentang masa-masa SMAnya termasuk kelainan Putri pada teman-temannya . Lalu setelah hari menjelang malam mereka pulang bersama.
            Ibu Putri sangat cemas karena hari sudah hampir malam tetapi Putri belum pulang juga. “Aduh Putri kok belum pulang juga ya, kemana ini anak?” katanya dengan perasaan cemas. Tidak lama kemudian Putri pun datang.Assalamu’alaikum.. ibuu, Maaf bu Putri pulangnya agak telat.” Katanya merasa bersalah, ia tahu ia sudah membuat ibunya khawatir karena pulang terlambat.Wa’alaikumsalam, kamu dari mana aja sih Put? Bikin ibu khawatir aja” tanyanya dengan nada sedikit lega.“Tadi aku habis main sama teman-teman baru aku dikampus bu.. maaf ya bu” jawabnya .Tidak lama kemudian Putri merasakan rasa sakit pada punggungnya dan ia mengatakan rasa sakitnya kepada ibunya.“Ibu.... punggung aku sakit lagi nih” keluhnya sambil menghampiri ibunya yang sedang duduk.“Put, punggung kamu sakit lagi? Aduh maaf ya nak, sampe sekarangibu masih belum bisa bawa kamu ke dokter...” Jawab ibunya dengan nada khawatir.“Nggak apa-apa kok bu, aku bisa ngertiin “ sahutnya sambil tersenyum pada ibunya, lalu dia pun pergi menuju kamar meninggalkan ibunya.       Putri yang hanya hidup bersama ibunya dalam keterbatasan tidak pernah patah semangat. Meskipun ia tau rasa sakit itu seringkali muncul ketika ia sedang melakukan aktivitas apapun, dimanapun, dan kapanpun. Meskipun dia tau umurnya tak lagi lama karna skoliosis sudah mulai menyerang paru-parunya yang terdesak oleh semakin miring tulang belakangnya itu. Nasib bukan ia ratapi, tapi ia jalani. Putri selalu bersyukur atas apa yang telah diberikan oleh Allah SWT. Dia yakin, jika ia bersungguh-sungguh maka apapun yang orang normal kerjakan, pasti ia pun bisa. Dia tidak peduli seberapa buruk tulang belakangnya itu, ia tidak peduli bagaimana orang memandang kekurangannya. Yang dia tau ia  hanya harus menjadi orang kebanggaan ibu, almarhum bapaknya, serta sahabatnya karna tanpa kasih sayang yang mereka berikan, Putri tidak akan menjadi gadis setegar ini.      Keesokan harinya ia terbangun dan merasakan sakit yang luar biasa pada punggungnya “ahh, punggungku sakit”. Dengan terpaksa dia pun bangun dari tempat tidurnya untuk berangkat kekampus, tetapi tiba-tiba dadanya terasa begitu sesak.Jam sudah menunjukkan pukul 07:30 tetapi Putri belum juga keluar dari kamarnya,sang ibu pun heran diliputi rasa khawatir lalu dia pun memanggil putri kesayangan-nya itu.“Putriii ayo cepat berangkat sudah siang nak”Namun tak ada jawaban dari putrinya itu. Sang ibu mulai panik dia segera kekamar menghampiri putrinya. Beliau dapati anaknya tengah tergulai lemas ditempat tidurnya.“bu.....ibu......”kata-kata yang tersisa yang masih sanggup dia ucapkan.Semakin padatnya kegiatan yang iya kerjakan pada saat kuliah, semakin ganas pula scoliosis menggerogoti organ tubuhnya. Selama ini dia sudah sekuat mungkin melawan sakitnya itu. Kini dia sudah tidak bisa melawan rasa sakitnya itu lagi. Dia sudah terlalu kuat untuk menjalani hidup sebagai seorang scolioser.      Sepulang dari kampus, Bella dan David memutuskan pergi kerumah Putri. Mereka kesana dengan mengendarai mobil David, karena sudah 2 hari ini mereka tidak  melihat Putri dikampus. Setibanya mereka dirumah Putri, mereka terkejut mendapati Putri sahabatnya yang tergulai lemas hampir tak bernyawa.“Yaampun Put ini udah parah banget seharusnya kamu udah ditanganin  sama dokter dirumah sakit, kenapa kamu gak kesana?” ujar David dengan sangat cemas. Tetapi Putri tak menjawab dia terlalu lemah untuk bisa menjawab perkataan orang. Bella tak kuat membendung air matanya ketika melihat sahabat yang sangat dia sayangi itu tergulai lemas seperti itu.“Iya ibu, kenapa Putri gak dibawa kedokter aja?” ucap Bella sambil terisak. Kemudian ibunya menceritakan apa yang terjadi sehari sebelum mereka datang kerumah. Saat itu dikala Putri sakit, ibunya sudah bertekad membawa Putri kerumah sakit, berapapun biayanya beliau akan berusaha keras mencarinya demi Putri kesayangannya itu, beliau berniat ingin menjual ginjalnya untuk biaya oprasi anak tunggalnya itu. Tetapi saat Putri tidak sengaja mengetahui hal tersebut, dengan bersi keras putri melarangnya hingga akhirnya ibunya menuruti apa kemauan anaknya.       Tiba-tiba Putri mengucapkan sesuatu “Ibu terimakasih ya..20 tahun ini sudah kau sudah merawatku, membimbingku, memberikan seluruh cinta dan kasih sayangmu kepadaku, Bella, David, Terimakasih juga 2tahun terakhir ini udah menghiasi hidupku, memberi warna-warna pada hidupku, kalian memang sahabat terbaikku, terimakasih atas semua kebaikan dan kebahagiaan yang telah kalian beri.....” Sambil meneteskan air mata, dia menghembuskan nafas terakhirnya didepan orang-orang yang sangat dia cintai.“Putri...aku tau sakit rasanya dikala mendengar orang berkata “kamu harus tetap kuat” aku tau...kata yang sangat mudah diucap itu bukanlah hal yang mudah untuk kamu lakukan, begitupun dengan kata “kamu harus bersabar,berjuang” karna sudah cukup bersabar dirimu menghadapi cobaan ini, sudah sangat kuat kamu berjuang melawan sakit ini.. kini saatnya kamu tenang disana, kini saatnya kamu menikmati keindahan disana, membalas semua rasa sakitmu di dunia ini, engkau akan hidup tenang, bahagia, dan abadi disana wahai sahabatku...” Kata-kata terakhir yang Bella mampu ucapkan sebelum tangisnya meledak.-SELESAI-  

 

Reni Febrianti Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos