Selasa, 11 Februari 2014

Datang untuk pergi

Diposting oleh Reni Febrianti di 03.22




            Hari ini adalah hari yang paling menegangkan baginya. Karena hari ini dia akan menjalani serangkaian tes untuk mendapatkan beasiswa ke perguruan tinggi, Universitas Islam Negeri (UIN).
“ibuu” panggilnya dengan semangat.“ada apa nak?” sahut ibunya.“aku berangkat dulu ya bu, do’ain aku ya bu semoga aku lulus tes” katanya sambil mencium tangan ibunya.“iya ibu do’ain, hati-hati ya nak.”            Putri Salsabila adalah seorang gadis yang berusia 18 tahun. Dia terlahir dan hidup di keluarga yang kurang mampu,  semenjak ayahnya tiada dia hanya tinggal bersama sang ibu di rumah kecilnya. Tetapi dia adalah sosok gadis yang memiliki semangat yang tinggi meskipun dia menyandang scoliosis ideopatik. Apa itu scoliosis? Scoliosis adalah kelainan tulang belakang yang berupa kelengkungan ke samping.  Sedangkan Scoliosis ideopatik adalah kelainan tulang belakang yang dideritanya sejak dia lahir. Keterbatasan biaya membuatnya tidak bisa memeriksakannya. Meskipun dia tahu kematian mulai menyapanya tapi ia berusaha untuk tetap tegar.
            Dia melangkahkan kakinya menuju tempat dimana dia akan menghadapi tes.Bismillah... semoga aku bisa ngerjain tesnya. Aamiin”katanya dalam hati.Tidak lama kemudian pun dia keluar dari dalam ruangan tes dengan raut wajah yang sangat gembira. “Alhamdulillah yaRabb aku bisa ngerjain tesnya “
Dia pun segera pulang dengan hati yang sangat gembira.Assalamuala’ikum, ibuuu aku lulus tes buu aku lulus tes” teriaknya saat mulai memasuki rumah.Waalaikumsalam, Alhamdulillah put ibu senang sekali kamu bisa lulus” kata ibunya dengan gembira sambil menghampiri anaknya. ------- Satu minggu kemudian ------            Hari ini adalah hari pertamanya masuk kampus. Dia berangkat menuju kampus dengan menggunakan kendaraan umum, dia sangat gembira pada hari itu, dia berangkat dengan senyum manis yang terpampang diwajahnya.  Setelah sampai di kampus ia segera menuju kelasnya disana dia bertemu dengan banyak sekali orang asing, dia merasaa sangat ketakutan sehingga dia berlari menuju toilet di samping kelasnyaSetelah selesai dia kembali menuju kelasnya. Dia memilih untuk duduk disamping seorang perempuan yang berada dibelakang.“hai, gue Bella” sapanya sambil menjulurkan tangan dan memberikan senyuman.“hai, aku Putri” balasnya sambil ikut menjulurkan tangannya dan tersenyum. Lalu mereka berdua pun melanjutkan pembicaraannya. Tak lama kemudian bel pulang pun berbunyi, dengan sigap mereka langsung merapihkan barang-barang mereka dan langsung bergegas pulang.            Keesokan harinya dia berangkat kekampus seperti biasanya, sesampainya dia dikampus tidak lama kemudian bel masuk pun berbunyi dengan nyaringnya. Tidak lama setelah bel masuk berbunyi, dosen bidang study pun datang dengan seseorang. “Selamat pagi siswa-siswi, apa kabar kalian semua?” sapa dosen.
“Baik ibu” jawab muridnya. “Hari ini ibu akan memperkenalkan seorang siswa baru kepada kalian. Nama dia David Morata dia adalah siswa pindahan dari Universitas Pamulang (UNPAM). David silahkan kamu duduk di sana” sambil menunjuk bangku kosong di belakang Putri. Lalu David pun berjalan menuju bangku yang berada tepat berada dibelakang Putri. Lalu David berkenalan dengan Putri dan Bella kemudian merekapun lama kelamaan menjadi sangat akrab.
Suara bel pulang pun berbunyi, dan mereka bertiga berencana untuk pergi jalan-jalan ke taman. Mereka pun saling menceritakan tentang masa-masa SMAnya termasuk kelainan Putri pada teman-temannya . Lalu setelah hari menjelang malam mereka pulang bersama.
            Ibu Putri sangat cemas karena hari sudah hampir malam tetapi Putri belum pulang juga. “Aduh Putri kok belum pulang juga ya, kemana ini anak?” katanya dengan perasaan cemas. Tidak lama kemudian Putri pun datang.Assalamu’alaikum.. ibuu, Maaf bu Putri pulangnya agak telat.” Katanya merasa bersalah, ia tahu ia sudah membuat ibunya khawatir karena pulang terlambat.Wa’alaikumsalam, kamu dari mana aja sih Put? Bikin ibu khawatir aja” tanyanya dengan nada sedikit lega.“Tadi aku habis main sama teman-teman baru aku dikampus bu.. maaf ya bu” jawabnya .Tidak lama kemudian Putri merasakan rasa sakit pada punggungnya dan ia mengatakan rasa sakitnya kepada ibunya.“Ibu.... punggung aku sakit lagi nih” keluhnya sambil menghampiri ibunya yang sedang duduk.“Put, punggung kamu sakit lagi? Aduh maaf ya nak, sampe sekarangibu masih belum bisa bawa kamu ke dokter...” Jawab ibunya dengan nada khawatir.“Nggak apa-apa kok bu, aku bisa ngertiin “ sahutnya sambil tersenyum pada ibunya, lalu dia pun pergi menuju kamar meninggalkan ibunya.       Putri yang hanya hidup bersama ibunya dalam keterbatasan tidak pernah patah semangat. Meskipun ia tau rasa sakit itu seringkali muncul ketika ia sedang melakukan aktivitas apapun, dimanapun, dan kapanpun. Meskipun dia tau umurnya tak lagi lama karna skoliosis sudah mulai menyerang paru-parunya yang terdesak oleh semakin miring tulang belakangnya itu. Nasib bukan ia ratapi, tapi ia jalani. Putri selalu bersyukur atas apa yang telah diberikan oleh Allah SWT. Dia yakin, jika ia bersungguh-sungguh maka apapun yang orang normal kerjakan, pasti ia pun bisa. Dia tidak peduli seberapa buruk tulang belakangnya itu, ia tidak peduli bagaimana orang memandang kekurangannya. Yang dia tau ia  hanya harus menjadi orang kebanggaan ibu, almarhum bapaknya, serta sahabatnya karna tanpa kasih sayang yang mereka berikan, Putri tidak akan menjadi gadis setegar ini.      Keesokan harinya ia terbangun dan merasakan sakit yang luar biasa pada punggungnya “ahh, punggungku sakit”. Dengan terpaksa dia pun bangun dari tempat tidurnya untuk berangkat kekampus, tetapi tiba-tiba dadanya terasa begitu sesak.Jam sudah menunjukkan pukul 07:30 tetapi Putri belum juga keluar dari kamarnya,sang ibu pun heran diliputi rasa khawatir lalu dia pun memanggil putri kesayangan-nya itu.“Putriii ayo cepat berangkat sudah siang nak”Namun tak ada jawaban dari putrinya itu. Sang ibu mulai panik dia segera kekamar menghampiri putrinya. Beliau dapati anaknya tengah tergulai lemas ditempat tidurnya.“bu.....ibu......”kata-kata yang tersisa yang masih sanggup dia ucapkan.Semakin padatnya kegiatan yang iya kerjakan pada saat kuliah, semakin ganas pula scoliosis menggerogoti organ tubuhnya. Selama ini dia sudah sekuat mungkin melawan sakitnya itu. Kini dia sudah tidak bisa melawan rasa sakitnya itu lagi. Dia sudah terlalu kuat untuk menjalani hidup sebagai seorang scolioser.      Sepulang dari kampus, Bella dan David memutuskan pergi kerumah Putri. Mereka kesana dengan mengendarai mobil David, karena sudah 2 hari ini mereka tidak  melihat Putri dikampus. Setibanya mereka dirumah Putri, mereka terkejut mendapati Putri sahabatnya yang tergulai lemas hampir tak bernyawa.“Yaampun Put ini udah parah banget seharusnya kamu udah ditanganin  sama dokter dirumah sakit, kenapa kamu gak kesana?” ujar David dengan sangat cemas. Tetapi Putri tak menjawab dia terlalu lemah untuk bisa menjawab perkataan orang. Bella tak kuat membendung air matanya ketika melihat sahabat yang sangat dia sayangi itu tergulai lemas seperti itu.“Iya ibu, kenapa Putri gak dibawa kedokter aja?” ucap Bella sambil terisak. Kemudian ibunya menceritakan apa yang terjadi sehari sebelum mereka datang kerumah. Saat itu dikala Putri sakit, ibunya sudah bertekad membawa Putri kerumah sakit, berapapun biayanya beliau akan berusaha keras mencarinya demi Putri kesayangannya itu, beliau berniat ingin menjual ginjalnya untuk biaya oprasi anak tunggalnya itu. Tetapi saat Putri tidak sengaja mengetahui hal tersebut, dengan bersi keras putri melarangnya hingga akhirnya ibunya menuruti apa kemauan anaknya.       Tiba-tiba Putri mengucapkan sesuatu “Ibu terimakasih ya..20 tahun ini sudah kau sudah merawatku, membimbingku, memberikan seluruh cinta dan kasih sayangmu kepadaku, Bella, David, Terimakasih juga 2tahun terakhir ini udah menghiasi hidupku, memberi warna-warna pada hidupku, kalian memang sahabat terbaikku, terimakasih atas semua kebaikan dan kebahagiaan yang telah kalian beri.....” Sambil meneteskan air mata, dia menghembuskan nafas terakhirnya didepan orang-orang yang sangat dia cintai.“Putri...aku tau sakit rasanya dikala mendengar orang berkata “kamu harus tetap kuat” aku tau...kata yang sangat mudah diucap itu bukanlah hal yang mudah untuk kamu lakukan, begitupun dengan kata “kamu harus bersabar,berjuang” karna sudah cukup bersabar dirimu menghadapi cobaan ini, sudah sangat kuat kamu berjuang melawan sakit ini.. kini saatnya kamu tenang disana, kini saatnya kamu menikmati keindahan disana, membalas semua rasa sakitmu di dunia ini, engkau akan hidup tenang, bahagia, dan abadi disana wahai sahabatku...” Kata-kata terakhir yang Bella mampu ucapkan sebelum tangisnya meledak.-SELESAI-  

2 komentar:

Indri Auy on 20 November 2016 pukul 19.32 mengatakan...

HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAAAA���������� AKU BAHKAN TAK KUAT MEMBENDUNG TANGISKU INII REENN������

Indri Auy on 20 November 2016 pukul 19.33 mengatakan...

HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAAAA���������� AKU BAHKAN TAK KUAT MEMBENDUNG TANGISKU INII REENN������

Posting Komentar

 

Reni Febrianti Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos