Minggu, 18 Mei 2014

Tentang Aku dan Skoliosis #2

Diposting oleh Reni Febrianti di 08.19

Hai aku kembali lagi dengan cerita ku yang baru:)

Aku seringkali berpikir, apakah aku akan selamanya bersama skoliosis? apakah aku harus terus berjuang atau pasrah, menerima takdir? apakah aku mampu?
pertanyaan-pertanyaan itu seringkali terlintas dalam benakku.
Terkadang aku putus asa, aku merasa aku sudah cukup berjuang melewati serangkai terapi.
Aku iri dengan anak-anak seusiaku, yang tak pernah mengeluh, yang tak pernah menanggung derita, yang bebas melakukan aktivitas apapun.

Sekitar 1 bulan yang lalu, orangtua ku membawa aku dan  adikku ke dokter anak yang berada di RS Griya Fatmawati, disana aku diperiksa, setelah dokter mengetahui aku mengalami scoliosis, dokterpun menyarankan untuk pergi ke dokter orthopaedic. Tapi sebelumnya aku disuruh tes darah dulu untuk membuktikan bahwa ada penyakit lain selain scoliosis atau tidak yang menyebabkan aku sering kesakitan.
Dua hari kemudian, hasil tes darah pun dibacakan oleh dokter, dan ternyata kadar kolesterolku sangat tinggi, dan itu yang menyebabkan aku sering kesakitan. Makanya buat temen-temen skolioser makannya dijaga yaa jangan sampai kadar kolesterolnya tinggi, karna itu juga sangat mengganggu. Selain itu katanya aku juga kelebihan berat badan haha lalu dokterpun menyarankan aku untuk pergi ke dokter gizi untuk mengatur pola makanku.

Dua hari kemudian di RS Premier Bintaro
Sebelumnya di RSUP Fatmawati aku sudah bertemu dengan dokter orthopedi dr. Fachrizal, beliau menyarankan aku untuk pindah ke RS Premier Bintaro dan kebetulan rumah sakit itu jaraknya lebih dekat dengan rumahku dibanding ke RSUP Fatmawati. Tapi berhubung ada halangan, jadi dengan terpaksa aku bertemu dengan dokter orthopaedic yang lain.
Disini aku bertemu dengan dokter Lutfi Gatam, pasti yang skolioser udah pada tau kan beliau siapa?^^ nah, setelah sehari sebelumnya aku sudah melakukan rontgen, hari ini tanggal 5 mei 2014 (pas banget lagi UN hari pertama ╥_╥) aku bertemu dengan dokter orthopaedic, hasilnya sungguh mengecewakan. Derajatku sudah termasuk kedalam derajat berat dan dianjurkan untuk operasi.
Sekarang akupun menyesal, kenapa waktu itu aku tidak mau menggunakan brace? sekarang sudah terlambat, kata dokter Lutfi mau pakai brace pun hanya buang-buang uang saja, karna harga brace pun tidak murah.
Terapi? sebenarnya masih ada waktu 2 tahun lagi untuk terapi, tapi derajatku ini sudah terlalu besar, jadi terapi pun sia-sia saja.

Tiga hari kemudian di RS Premier Bintaro
Hari ini aku kembali kesini, aku bertemu dengan dokter orthopaedic lagi, tapi kali ini aku bertemu dengan dokter Fachrizal (lagi). Dan hasilnya pun sama, aku sudah harus dioperasi, memang bukan sesuatu yang darurat, tapi jika dibiarkan semakin lama, maka derajatpun akan makin bertambah.

Sebelumnya aku sangat yakin, bahwa terapi bisa menyembuhkanku. Aku sempat gagal, tapi aku tidak putus asa, aku mencobanya lagi, kemudian aku gagal lagi, dan sampai sekarang aku masih tetap semangat karna aku percaya jika kita berjuang tidak ada yang tidak mungkin, karna aku tau, aku juga tidak sendiri, masih banyak orang sepertiku, yang bahkan jauh lebih kuat dibanding aku. Fighting scoliosis fighter!

foto terakhir 'sahabatku'





0 komentar:

Posting Komentar

 

Reni Febrianti Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos